Perbedaan ROAS dan ROI: Cara Menghitung Disertai Studi Kasus

Dalam dunia pemasaran digital, pemahaman tentang perbedaan antara ROAS dan ROI dapat menjadi kunci sukses. Temukan bagaimana evaluasi ROAS dapat memperbesar ROI dalam artikel ini.

Perbedaan ROAS dan ROI Cara Menghitung Disertai Studi Kasus_GKI

Menilik balik pada artikel sebelumnya, kali ini kita akan membahas secara lebih detail tentang perbedaan antara ROAS dan ROI dan bagaimana keduanya tidak dapat disamakan (e.g. ROI dianggap sebagai ROAS pada rapat evaluasi kampanye iklan).

Dua metrik utama yang sering digunakan untuk mengukur efektivitas investasi pemasaran adalah ROAS (Return on Ad Spend) dan ROI (Return on Investment). Kedua metrik ini seringkali digunakan secara bergantian, namun sebenarnya memiliki arti dan aplikasi yang berbeda.

Memahami perbedaan antara ROAS dan ROI tidak hanya penting untuk menilai kinerja kampanye pemasaran yang telah dilakukan, tetapi juga dapat digunakan untuk merencanakan strategi pemasaran yang lanjutan.

Apa Itu ROAS?

ROAS, atau Return on Ad Spend, adalah metrik yang digunakan untuk mengukur efektivitas pengeluaran iklan. Dalam kata lain, ROAS membantu para pemasar mengerti berapa banyak pendapatan yang dihasilkan untuk setiap rupiah yang diinvestasikan dalam iklan. Formula sederhana untuk menghitung ROAS adalah:

ROAS=Pendapatan dari Iklan / Pengeluaran Iklan

Kapan dan Mengapa ROAS Digunakan?

ROAS sangat berguna dalam mengevaluasi kinerja kampanye iklan spesifik. Pemasar sering menggunakan ROAS untuk menentukan kampanye iklan mana yang memberikan pengembalian terbaik atas investasinya. Dengan demikian, ROAS menjadi faktor penting dalam pengambilan keputusan untuk alokasi anggaran iklan.

Contoh Perhitungan ROAS

Misalkan sebuah perusahaan menghabiskan Rp10.000.000 untuk iklan online dan menghasilkan pendapatan sebesar Rp40.000.000 dari iklan tersebut. Maka, ROAS dapat dihitung sebagai berikut:

Artinya, untuk setiap rupiah yang diinvestasikan dalam iklan, perusahaan mendapatkan kembali 4 rupiah dalam pendapatan.

Apa Itu ROI?

ROI, atau Return on Investment, adalah rasio keuangan yang digunakan untuk mengukur tingkat keuntungan dari sebuah investasi sebagai persentase dari investasi awal. Berbeda dengan ROAS yang secara spesifik mengukur efektivitas pengeluaran iklan, ROI memberikan gambaran yang lebih luas mengenai keuntungan finansial dari berbagai jenis investasi. Formula untuk menghitung ROI adalah:

ROI=(Keuntungan Bersih / Investasi Total)×100%

Bedanya ROI dengan ROAS

Sementara ROAS fokus pada pengeluaran iklan dan pendapatan yang dihasilkan dari iklan tersebut, ROI mengukur keuntungan dari investasi secara keseluruhan dibandingkan dengan biaya investasi awal. ROI dapat digunakan untuk mengukur keefektifan hampir setiap jenis investasi, tidak terbatas pada iklan saja, termasuk pembelian peralatan, peluncuran produk baru, atau proyek renovasi.

Contoh Perhitungan ROI

Sebagai contoh, jika sebuah perusahaan menginvestasikan Rp100.000.000 pada sebuah kampanye pemasaran dan menghasilkan peningkatan pendapatan sebesar Rp150.000.000, dengan biaya tambahan sebesar Rp30.000.000 untuk produksi dan distribusi, maka keuntungan bersih adalah Rp20.000.000 . Dengan demikian, ROI dapat dihitung sebagai berikut:

ROI=(Rp 20.000.000 / Rp 100.000.000)×100%=20%

Artinya, investasi tersebut menghasilkan keuntungan sebesar 20% dari total investasi awal.

Perbedaan ROAS dan ROI

Meskipun ROAS dan ROI sama-sama mengukur efektivitas pengeluaran, ada perbedaan kunci antara kedua metrik tersebut yang penting untuk dipahami:

  1. Fokus Pengukuran:
    • ROAS: Spesifik mengukur pengembalian dari pengeluaran iklan.
    • ROI: Mengukur pengembalian total dari investasi, tidak terbatas pada iklan saja.
  2. Basis Perhitungan:
    • ROAS: Dihitung dengan membagi pendapatan yang dihasilkan dari iklan dengan biaya iklan.
    • ROI: Dihitung dengan membagi keuntungan bersih (pendapatan dikurangi semua biaya, termasuk biaya iklan) dengan total investasi.
  3. Tujuan Penggunaan:
    • ROAS: Lebih sering digunakan untuk mengukur dan mengevaluasi efektivitas kampanye iklan.
    • ROI: Digunakan untuk mengukur keefektivitasan total dari suatu investasi, memberikan gambaran luas mengenai profitabilitas.
  4. Satuan Pengukuran:
    • ROAS: Biasanya dihitung sebagai rasio atau persentase.
    • ROI: Selalu dihitung sebagai persentase.

Menggunakan ROAS dan ROI bersama-sama memberikan gambaran yang lebih lengkap tentang kinerja finansial investasi pemasaran. ROAS dapat memberikan insight tentang efektivitas kampanye iklan tertentu, sementara ROI memberikan pemahaman tentang bagaimana investasi secara keseluruhan berkontribusi terhadap keuntungan bisnis.

Cara Menghitung ROAS

Untuk menghitung ROAS, ikuti langkah-langkah berikut:

  1. Identifikasi Pendapatan dari Iklan: Kumpulkan data tentang pendapatan yang secara langsung dihasilkan dari kampanye iklan.
  2. Hitung Pengeluaran Iklan: Total semua biaya yang terkait dengan kampanye iklan tersebut.
  3. Terapkan Formula ROAS: Gunakan formula ROAS=Pendapatan dari Iklan / Pengeluaran Iklan

Cara Menghitung ROI

Untuk menghitung ROI, ikuti langkah-langkah ini:

  1. Hitung Keuntungan Bersih: Kurangi total biaya dari total pendapatan yang dihasilkan oleh investasi.
  2. Hitung Total Investasi: Jumlahkan semua biaya yang terkait dengan investasi tersebut.
  3. Terapkan Formula ROI: Gunakan formula ROI=(Keuntungan Bersih / Investasi Total)×100%

Case Study

Fase 1: Eksekusi dan Evaluasi Iklan A dan B

  • Iklan A: Biaya Rp15.000.000, Pendapatan Rp60.000.000.
  • Iklan B: Biaya Rp15.000.000, Pendapatan Rp40.000.000.
  • Total Biaya Iklan A dan B: Rp30.000.000.
  • Total Pendapatan dari A dan B: Rp100.000.000.
  • Keuntungan Bersih dari A dan B: Rp100.000.000 – Rp30.000.000 = Rp70.000.000.

Menghitung ROI untuk kombinasi Iklan A dan B:

ROI (A+B) =(RP 70.000.000 / Rp 30.000.000)×100%=233.33% 

Fase 2: Optimisasi Menggunakan Iklan C

Berdasarkan hasil evaluasi ROAS sebelumnya:

  • Iklan A memiliki ROAS yang lebih tinggi dibandingkan B.
  • Analisis menunjukkan elemen-elemen kunci dari keberhasilan Iklan A.

Perusahaan kemudian meluncurkan Iklan C dengan investasi Rp20.000.000, mengadopsi strategi terbaik dari A dan meningkatkan elemen-elemen yang kurang efektif dari B.

  • Pendapatan Iklan C: Rp120.000.000.

Menghitung ROI Setelah Optimisasi dengan Iklan C

  • Total Investasi Keseluruhan (A, B, dan C): Rp30.000.000 (A+B) + Rp20.000.000 (C) = Rp50.000.000.
  • Total Pendapatan Keseluruhan (A, B, dan C): Rp100.000.000 (A+B) + Rp120.000.000 (C) = Rp220.000.000.
  • Keuntungan Bersih Keseluruhan: Rp220.000.000 – Rp50.000.000 = Rp170.000.000.

Menghitung ROI keseluruhan setelah optimisasi dengan Iklan C:

ROIKeseluruhan=(Rp 170.000.000/ Rp 50.000.000)×100% = 340%

Perbandingan dan Analisis

Perbandingan ROI antara eksekusi awal (Iklan A dan B) dengan ROI setelah optimisasi (melalui Iklan C) menunjukkan peningkatan yang signifikan:

  • ROI sebelum optimisasi (A+B): 233.33%.
  • ROI setelah optimisasi (A+B+C): 340%.

Peningkatan ini menegaskan pentingnya analisis ROAS dalam evaluasi kinerja iklan. Dengan mengevaluasi dan membandingkan ROAS dari Iklan A dan B, perusahaan dapat mengidentifikasi strategi iklan yang paling efektif, lalu mengaplikasikan pembelajaran tersebut untuk mengoptimalkan Iklan C, yang secara signifikan meningkatkan ROI keseluruhan dari kampanye.

Dengan demikian, evaluasi ROAS tidak hanya bagaimana kita mengukur efektivitas pengeluaran iklan secara langsung, tetapi juga tentang menggunakan insight yang diperoleh dari proses evaluasi untuk menginformasikan keputusan strategis yang dapat meningkatkan ROI secara keseluruhan.

Kesimpulan

Dalam dunia pemasaran digital, pengukuran kinerja kampanye menjadi sangat penting untuk kesuksesan bisnis. ROAS (Return on Ad Spend) dan ROI (Return on Investment) adalah dua metrik kunci yang digunakan untuk mengevaluasi efektivitas investasi dalam iklan dan pemasaran secara keseluruhan.

Dari pembahasan yang telah dilakukan, kita dapat menarik beberapa kesimpulan penting:

  1. Perbedaan Antara ROAS dan ROI: Meskipun sering digunakan secara bergantian, ROAS dan ROI memiliki arti dan aplikasi yang berbeda. ROAS lebih fokus pada efektivitas pengeluaran iklan secara langsung, sedangkan ROI memberikan gambaran lebih luas tentang profitabilitas investasi secara keseluruhan.
  2. Pentingnya Evaluasi ROAS: ROAS dapat menjadi alat yang sangat berguna dalam mengevaluasi kinerja kampanye iklan secara spesifik. Dengan memahami ROAS dari setiap iklan, perusahaan dapat mengidentifikasi strategi yang paling efektif dan mengalokasikan anggaran mereka secara lebih efisien.
  3. Meningkatkan ROI Melalui Optimisasi: Evaluasi ROAS dapat digunakan sebagai dasar untuk meningkatkan ROI secara keseluruhan. Dengan menganalisis kinerja iklan dan mengoptimalkan strategi berdasarkan hasil evaluasi, perusahaan dapat meningkatkan keuntungan bisnis mereka.
  4. Pengambilan Keputusan yang Didukung Data: Baik ROAS maupun ROI didasarkan pada data nyata tentang kinerja kampanye. Dengan memanfaatkan data ini secara efektif, perusahaan dapat mengambil keputusan pemasaran yang lebih cerdas dan berorientasi pada hasil.

Dengan memahami perbedaan antara ROAS dan ROI serta bagaimana keduanya dapat digunakan bersama-sama untuk meningkatkan kinerja pemasaran, perusahaan dapat mengoptimalkan strategi mereka dan mencapai tujuan bisnis yang lebih besar.

Digital Marketing Marketing
Previous reading
Contoh Press Release: Draft Pertama, Analisis, Revisi
Next reading
Mengukur ROI dalam Digital Marketing Campaign: Strategi dan Cara
WeCreativez WhatsApp Support
👋 Halo! Silakan bertanya kepada kami. Kami siap membantu Anda.
👋 Hi, Kami sedang online Biasanya membalas dalam beberapa menit